BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan yang serba
maju, modern dan serba canggih seperti saat ini, pendidikan memegang peranan
penting untuk menjamin kelangsungan hidup. Pendidikan merupakan wahana untuk
meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Melalui
penyelenggaraan pendidikan diharapkan dapat mencetak manusia-manusia
berkualitas yang akan mendukung tercapainya sasaran pembangunan nasional. Dalam
pasal 20 UU tahun 2003, tujuan pendidikan
Nasional dirumuskan sebagai berikut :
Pendidikan nasional
berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik
agar menjadi manusia yang berkualitas dengan ciri-ciri beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, serta mengamalkan ilmu yang diperolehnya dan menjadi warga negara yang demokratis, serta
bertanggung jawab. [1]
Sebagaimana firman Allah
SWT dalam surat al-Mujadalah : 11
يَرْفَعِ
اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11). [2]
Sesungguhnya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat baik di dunia dan di akhirat sesungguhnya Allah Maha
mengetahui terhadap apa-apa yang kamu kerjakan sekarang dan dimasa yang akan
datang.
Dan keterangan hadits tentang
wajibnya menuntut ilmu :
رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ
اْلعِلْمِ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ
Artinya :
Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR.
Ibnu Abdil Bari)[3]
Dan keterangan dalam hadits lainnya tentang pentingnya memiliki
ilmu sebagai berikut :
مَنْ
أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ
بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني)
Artinya:
Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang
menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa
yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani)
Dengan dasar tersebut kini semakin disadari bahwa pendidikan memainkan peranan
yang sangat penting didalam kehidupan dan kemajuan umat manusia dan masih banyak keterangan yang lain tentang bagaiman
pentingnya menuntut ilmu bahkan keterangan di atas mewajibkan kepada semua umat
muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menciptakan generasi yang cerdas,
maju, terampil, serta berteknologi. Pendidikan merupakan
suatu kekuatan yang dinamis dalam kehidupan setiap individu, yang mempengaruhi
perkembangan fisiknya, daya, jiwa, sosial dan moralitasnya, atau dengan
perkataan lain, pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam
mempengaruhi kemampuan, kepribadian dan kehidupan individu dalam pertemuan dan
pergaulannya dengan sesama, serta hubungannya dengan Tuhan. Pendidikan adalah
usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Mutu pendidikan sangat
erat hubungannya dengan mutu siswa, karena siswa merupakan titik pusat proses
belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam
meningkatkan mutu pendidikan harus diikuti dengan peningkatan mutu siswa.
Peningkatan mutu siswa dapat dilihat pada tingginya tingkat prestasi belajar
siswa, sedangkan tingginya tingkat prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh
besarnya minat belajar siswa itu sendiri.
Salah satu komponen
penting dalam pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum disusun untuk mendorong
anak berkembang ke arah tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini dicoba
diwujudkan dalam kurikulum tiap tingkat dan jenis pendidikan, diuraikan dalam
bidang studi dan akhirnya dalam tiap pelajaran yang diberikan oleh guru di
dalam kelas.
Dalam mencapai tujuan
pendidikan ini, pemerintah menggagas diberlakukannya kurikulum baru yaitu
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). KTSP merupakan kurikulum
operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan
atau sekolah. KTSP tersebut memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk
merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai
dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan
oleh sekolah. Upaya pemerintah dalam bentuk KTSP ini merupakan pengembangan
kurikulum dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Dengan menggunakan KTSP diharapkan peserta didik bisa mencapai
kompetensi-kompetensi tertentu yang sudah ditentukan sebagai kriteria
keberhasilan.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman mengajar guru berbagai
permasalahan yang dapat berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik,
khususnya pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) antara lain strategi
pembelajaran yang digunakan kurang sesuai. Hal ini mengakibatkan peserta didik
merasa jenuh atau bosan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat menyebabkan
menurunnya minat belajar. Materi yang dirasa terlalu banyak juga dapat
menyebabkan siswa malas untuk mempelajari materi tersebut. Metode yang kurang
tepat dan bersifat monoton juga dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik.
Guru dalam pelaksanaan pembelajarannya terkadang tidak mengunakan media yang
menarik, kebanyakan para guru hanya terpacu pada buku-buku. Hal tersebut
tentunya dapat mengakibatkan para siswa akan merasa bosan dan menganggap bahwa
pelajaran IPS itu membosankan.
Masih rendahnya hasil
belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya skill menghafal daripada skill
memproses sendiri pemahaman suatu materi selama ini, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih tergolong sangat rendah. Hal ini dapat
dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan
ramai sendiri. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran IPS
tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan
pada Ujian Nasional (UN). Faktor minat itu juga dipengaruhi oleh adanya metode
mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi. Metode yang
konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan
ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh pengajar,
sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi
pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan
pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Disini guru dituntut untuk pandai
menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa
kembali berminat mengikuti kegiatan belajar.
Setiap proses belajar
dan mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan,
alat, dan metode, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang
tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau
teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai kepada tujuan. Dalam
pencapaian tujuan tersebut, metode pembelajaran sangat penting sebab dengan
adanya metode pembelajaran, bahan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa.
Penggunaan metode pembelajaran mengajarkan siswa untuk
inopativ dan kreatif, oleh karena itu harus adanya pengembangan metode pembelajaran diera yang serba canggih ini sangat perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan
keterampilan pemecahan permasalahan yang harus dimiliki oleh siswa.
Salah satu metode dengan menggunakan
teknologi audiovisual yaitu penerapan multimedia untuk pembelajaran dalam penyampaian materi agar menimbulkan minat belajar siswa serta dapat merangsang siswa berfikir kreatif, inovatif agar hasil belajar yang dicapai maksimal dan
sesuai dengan apa yang diharapkan.
Penerapan multimedia
dalam pembelajaran sangat diperlukan guna menimbulkan gairah belajar, motivasi
belajar, merangsang siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Melalui
penerapan multimedia ini diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman
materi pelajaran yang diberikan dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses
pembelajaran yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Terkait dengan kondisi
tersebut, untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh peserta didik,
guru perlu melakukan suatu inovasi-inovasi agar peserta didik dapat lebih
antusias dan memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran
serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan sehingga kompetesi
dapat tercapai. Berdasarakan keterangan
tersebut maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul pada penelitian ilmiah
dalam bentuk skripsi ini dengan judul “Penerapan Multimedia
Pembelajaran Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Ips Di Smp Islam Al Karimah Bogor”
SMP Islam Al Karimah
adalah salah satu sekolah yang terletak di jalan raya pemda kampung lima Rt.04/02
Desa Pasirjambu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang
terjadi sebagai berikut:
1.
Masih rendahnya penggunaan
multimedia di Smp Islam Al Karimah dalam menyampaikan materi pembelajaran pada pelajaran ips.
2.
Apakah upaya penerapan multimedia pembelajaran dapat
meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran ips.
3.
Bagaimana minat belajar siswa dengan diterapkannya multimedia dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran ips.
4.
Bagaimana
hasil belajar siswa sebelum menggunakan Penerapan multimedia Pembelajaran dan
bagaimana hasil belajar siswa setelah menggunakan penerapan multimedia
pembelajaran.
C.
Batasan Masalah
Dalam penelitian ini untuk
menghindari terjadinya interprestasi yang tidak sesuai dengan maksud yang akan
dicapai serta dalam rangka memberikan batasan atas lingkup bahasan dan analisi
masalah skripsi ini, makan dikemukakan batasan masalah sebagai berikut :
Pembahasan masalah dibatasi pada penerapan multimedia
pembelajaran dilingkungan SMP Islam Al Karimah Sukaraja Bogor. Berorientasi
pada upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang maksimal pada mata pelajaran
ips.
Analisis masalah penerapan
mutlimedia pembelajaran dilingkungan SMP Islam Al Karimah Sukarja Bogor hanya
dibatasi pada :
“Bagaimana
penggunaan multimedia pembelajaran di smp islam al karimah dalam upaya
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ips”
D.
Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan
masalah diatas maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam skripsi
ini sebagai berikut:
” Bagaimana penerapan multimedia pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran ips di SMP
Islam Al Karimah.?”
E.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa SMP Islam Al
Karimah melalui penerapan multimedia.
2.
Mendapatkan bukti-bukti bahwa penerapan multimedia dapat
meningkatkan hasil belajar IPS siswa SMP Islam Al Karimah.
F.
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang
diharapkan dari penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian diantanya:
1.
Manfaat Teoritis
Bertambahnya khazanah
keilmuan yang berkaitan dengan metode penerapan multimedia di sekolah, bertambahnya keahlian pada guru untuk
mengoperasikan multimedia berupa Pc, Laptop, Notebook (sebagai pengolah data
yang berupa materi, gambar, audio visual) serta mampu menggunakan Lcd, Ohp,
Proyektor ( sebagai media untuk penayangan berupa materi maupun audio visual)
secara keseluruhan untuk meningkatkan dan motivasi belajar siswa.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi Guru
1.
Mampuh dan terampil menggunakan peralatan multimedia
seperti laptop, Pc, Lcd, proyektor dan multimedia jenis lainnya, dalam
meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
2.
Mampu menumbuhkan suasana pembelajaran yang kondusif dan
meningkatkan kemandirian siswa.
b.
Bagi peneliti
Dapat menambah pengalaman
peneliti untuk terjun ke bidang pendidikan dengan menguasai multimedia secara
utuh.
c.
Bagi sekolah
Hasil penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan masukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa sehingga
prestasi belajar siswa meningkat.
d.
Bagi Pembaca
Sebagai bahan masukan dan
referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap masalah metode
penerapan multimedia pembelajaran.
.
BAB II
LANDASAN TEORI , KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS
A. KONSEP TENTANG MULTIMEDIA
Konsep multimedia dari waktu ke waktu berubah-ubah pada setiap
masanya, pada era 60-an multimedia diartikan sebagai kumpulan atau gabungan
dari berbagai peralatan media yang berbeda untuk digunakan presentasi. Pada
tahun 90-an, multimedia dimaknai sebagai trasnmitting text, audio and
graphics in real time. Makna yang lebih luas,menurut Gayestik (1993) multimedia
sebagai suatu sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampuh
menciptakan, menyimpan, manyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa
teks, grapik, suara, vidio, atau animasi.
1.
Pengertian Multimedia
Multimedia berasal dari
kata multi dan media bahasa latin,
yaitu nouns yang berarti banyak atau bermacam-macam . sedangkan kata media
berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu
yang dipakai untuk menghantarkan, menyampaikan, atau membawa sesuatu. Multimedia
berarti banyak media (berbagai macam media), dalam industri elektronika,
multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Berikut ini adalah
kumpulan pengertian multimedia berdasarkan berbagai sumber:[1]
- Menurut Rosch dalam buku M.Suyanto (2005:20) multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks
- Menurut McCormick dalam buku M.Suyanto (2005:21) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat audeo (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar.
- Menurut Turban dkk, dalam buku M.Suyanto (2005:21) multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video, dengan kata lain multimedia dapat diartikan sebagai seperangkat media yang merupakan kombinasi dari beberapa media yang relevan dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan instruksional.
- Sedangkan menurut Hofstetter dalam buku M.Suyanto (2005:21) multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audeo, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan dan tool yang memungkinkan pemakaian melakukan navigasi, berekreasi dan berkomunikasi.
Kata medium
dalam American Heritage Elektronic Dictionary (1991) diartikan sebagai
alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi. Berdasarkan itu
multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa
teks, gambar, (vektor atau bitmap) grafik, sound, animasi, vidio, interaksi dan
lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi) menyajikan dan menggabungkan teks, suara,
gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan
koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.
Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan juga diadopsi oleh dunia game.
2.
Macam-macam
Multimedia
Dari beberapa
definisi di atas, maka multimedia dapat dibagi menjadi beberapa jenis atau
katagori, yaitu :
2.1.
Ada
yang berbentuk network-online (internet) dan multimedia yang offline/stand
alone (tradisional). Jenis jasa multimedia terdiri dari dua, yaitu berdiri
sendiri (stand alone/offline), seperti pengajaran konvensional/tradisional dan
terhubung dengan jaringan telekomunikasi (network-online) seperti internet.
Sistem multimedia stand alone merupakan sistem komputer multimedia yang
memiliki minimal penyimpanan/storage (harddisk, CD-ROM/DVD-ROM/CD-RW/DVD-RW),
alat input (keyboard, mous, scanner, mic) dan alat output (speker, monitor, LCD
proyektor), VGA dan soundcard. Sistem multimedia berbasis jaringan ini
harus terhubung melalui jaringan yang mempunyai bandwidth besar.
Perbedaanya
adalah adanya sharing sistem dan pengaksesan terhadap sumber daya yang
sama. Contohnya vidio conference dan vidio broadcast . jika bandwidth
kecil maka akan menimbulkan masalah yaitu kemacetan jaringan, penundaan (delay)
dan masalah infrastruktur yang belum siap.
2.2.
Multimedia
dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu multimedia linier dan
multimedia interaktif. Multimedia linier adalah multimedia yang tidak
dilengkapi dengan alat pengontrol dan dapat dioperasikan oleh pengguna.
Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan). Contoh multimedia linier
seperti TV dan Film. Sedangkan multimedia interaktif adalah multimedia yang
dilengkap dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,
sehingga penggunaa dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Contoh multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran interaktif,
aplikasi game, dan lain-lain. Multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai
aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran. Multimedia itu
untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, sikap dan keterampilan) serta dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar sehingga secara
sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, terarah, dan terkendali.
BAB
III
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat
& Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian
dilaksanakan di SMP ISLAM AL KARIMAH yang beralamat di Jl. Raya Pemda Kp.Lima
RT. 04/ RW. 02 Desa Pasirjambu Kec.Sukaraja Kabupaten bogor. Telepon : 0251-
7167485. Kode Pos 16710.
2. Waktu
Penelitian
Penulis
melaksanakan penelitian tersebut terhitung dari tanggal 04 maret sampai dengan 06
April tahun 2013.
B.
Metode
Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian
deskriptif, Metode merupakan cara untuk mengungkapkan kebenaran yang objektif. Kebenaran
tersebut merupakan tujuan, sementara metode itu adalah cara. Penggunaan metode
dimaksudkan agar kebenaran yang diungkapkan benar-benar berdasarkan bukti
ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, metode dapat diartikan pula sebagai prosedur
atau rangkaian cara yang secara sistematis dalam menggali kebenaran ilmiah. Sedangkan
penelitian dapat diartikan sebagai pekerjaan ilmiah yang harus dilakukan secara
sistematis, teratur dan tertib, baik mengenai prosedurnya maupun dalam proses
berfikir tentang materinya (Nawawi dan Martini dalam Prastowo, 2011).
C.
Teknik Pengambilan Sampel
1.
Populasi
1.
Sampel
A.
Teknik
Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penulis menggunakan beberapa teknik yaitu :
1.
Metode
Observasi
2.
Angket
3.
Wawancara
4.
Metode
dokumentasi
B.
Teknik
Analisa Data
1.
Penyuntingan
2.
Penyusunan
dan Perhitungan Data
3.
Tabulasi
Komentar
Posting Komentar